Gaya Hidup Sehat Konsumtif

  • Whatsapp
Foto by @styler86

Sifat gaya hidup sehat konsumtif adalah salah satu yang harus anda hindari kecuali anda konsumtif namun barang yang anda beli tersalurkan semua pada yang membutuhkan. Karena konsumtif hanya mementingkan membeli barang yang tiada guna baginya dan keluarganya. Ia hanya sesaat menarik dimatanya namun kegunaannya tidak ada atau belum dibutuhkan. Bisa saja hal ini dilakukan hanya mengikuti trend saja tanpa peduli apakah membawa manfaat atau tidak. Meski pada satu sisi lain sifat konsumtif akan membuat roda ekonomi di masyarakat dapat berputar namun harus didukung oleh berbagai hal. Apakah barang tersebut dibutuhkan atau membawa manfaat baginya.

Baca Juga: Kesalahan Paling Sering Yang Dilakukan Saat Diet
Pola hidup yang ikut-ikutan dengan segala kemudahan saat ini, berbagai hal seperti pakaian, makanan, teknologi dan gaya hidup membuat seseorang dapat terpengaruh. Terlebih sistim pembelian yang ditawarkan oleh sebagian pemasok barang melalui sistim online dan berbagai kemasan yang menjadi daya tarik tersendiri sehingga mendorong seseorang menjadi konsumtif.

Mari kita bahas beberapa hal yang menjadikan seseorang menjadi sifat gaya hidup sehat konsumtif dan cara mengatasinya.
– Berangan-angan berlebihan
Tentu saja memiliki sifat memiliki angan-angan merupakan hal yang positif. Seseorang yang memiliki angan-angan sama saja memiliki mimpi dan dapat menjadi pemicu semangat seseorang dalam bekerja. Namun tentu saja angan-angan harus dibarengi dengan kerja keras bahwa kita memiliki angan-angan yang harus kita capai maka harus bekerja lebih giat. Berbeda bagi mereka yang hanya memiliki angan namun hanya berpangku tangan saja dan berharap segala yang ia impikan dapat terwujud dengan begitu saja. Tentu saja pemahaman ini harus dihindari dan anda memang harus memiliki mimpi sehingga anda akan bersemangat. Terlebih jika orang disekitar anda telah meraih mimpi yang sama seperti impian anda, maka anda dapat belajar akan trik yang ia lakukan sehingga mimpi tersebut dapat tercapai.

Kerja keras yang dilakukan dalam meraih sebuah mimpi tidak akan terasa menyiksa jika dilakukan dengan semangat meraih impian. Bahkan anda akan memiliki energi ekstra dalam meraihnya. Misalnya seseorang yang ingin kuliah ke luar negeri dengan jalur beasiswa full. Maka belajar hingga larut malam dan menghabiskan banyak waktu berkutat dengan pustaka dan buku akan menjadi hal yang menyenangkan saja karena impian untuk bersekolah keluar negeri adalah tujuannya.

– Kurangnya pemahaman akan rasa bersyukur
Mengeluh akan segala hal yang didapat adalah jauh dari cukup, serta membanding-bandingkan kenikmatan atau apa yang dimiliki dengan mereka yang berkelebihan dalam hidup, serta kurangnya pemahaman bahwa yang kuasa telah mengatur segala ketentuan terhadap hambaNYA, adalah salah satu faktor yang mendorong seseorang untuk jauh dari gaya hidup sehat konsumtif. Karena kalau sudah begini maka konsumtif yang dimiliki justru tidak sehat karena hanya menonjolkan sikap keinginan membeli tanpa sikap bijaksana didalamnya.

Setiap orang tentu memiliki rezekinya masing-masing dan akan tiba jika sudah masanya. Setiap barang yang dimiliki oleh orang lain belum tentu akan baik jika kita yang memiliki. Misalnya handphone yang memiliki spesifikasi tingi yang dimiliki oleh seseorang. Anda mungkin memang belum membutuhkannya meski anda menginginkannya. Cobalah untuk merenung apakah anda sudah benar-benar membutuhkan hanphone atau barang tersebut atau hanya tergiur karena orang sekitar anda memilikinya.

Mengambil hikmah akan hal tersebut tentu akan sangat bijaksana. Bisa saja anda belum memilikinya karena jika pun anda memilikinya maka waktu anda akan tersibukkan dengan barang tersebut hingga studi atau pekerjaan anda akan terganggu. Atau hikmah lainnya yang dapat menepis ambisi dalam memiliki sesuatu yang tidak kita miliki.

– Pertanyaan apakah benar dibutuhkan
Meski memang anda memiliki kemudahan untuk membeli sebuah barang bahkan lebih dari spesifikasi yang ada, namun tidak serta merta anda dapat membelinya. Pastikan jika barang tersebut memang benar dibutuhkan bagi anda ataupun keluarga. Sifat konsumtif terkadang mendorong seseorang tidak berpikir panjang dalam membeli sebuah barang, yang pada akhirnya barang tersebut hanya teronggok saja dan tidak dimanfaatkan. Tentu saja hal ini sangat disayangkan. Karena dana yang ada seharusnya dapat dimanfaatkan bagi hal lain yang lebih membawa manfaat. Meski anda sangat konsumtif, namun semua yang anda beli tersalurkan dengan baik, maka itu hal lain yang memang baik. Selama barang tersebut bermanfaat maka yang menjadi masalah bukan konsumtifnya namun barang yang dibeli tidak didasari oleh azas manfaat.

Gaya hidup sehat konsumtif akhirnya akan menjadi sehat jika barang tersebut memang bermanfaat.

Related posts